Senin, 20 Januari 2014

Kasus Lagi


Senin 13.45 WIB kami tiba di rumah makan wahyu utama, Tuban. Saya dan beberapa teman langsung menuju mushola, sementara yang lain langsung menuju rumah makan.

Setelah saya selesai sholat, saya pun menyusul teman-teman masuk ke ruang makan. Di sini juga terdapat rombongan lain yang mampir makan.

Perlu diketahui, hidangan untuk rombongan study tour sudah disediakan di meja prasmanan samping, bukan di meja hidangan utama.

Tapi kru travel mengantar saya langsung ke meja hidangan utama. Saya pun lanjut saja, mungkin sebagai dosen pendamping saya dapat fasilitas VIP.

Baru saja mengambil piring di meja utama, saya dicegat seorang pelayan. Doski bertanya, "Maaf pak, dari pribadi apa rombongan?"

Saya pun menjawab, "Rombongan mbak".

Sang pelayan langsung berkata, "Maaf mas rombongan di sebelah sana", sambil menunjuk ke arah meja prasmanan rombongan samping.


Saya pun menjawab,
"
Oh iya mbak.
"

Padahal di sana, rombongan sapa pula itu, kenal juga tidak.

Kru travel yang mengantar saya tadi langsung menyela sang pelayan, "Loh mba ini dosen saya, ko disuruh ke meja prasmanan". Sang pelayan pun tersipu malu.

Pertanyaan saya, what is going on. Apakah wajah saya terlalu muda untuk jadi seorang dosen?

Buat Ading yang baca tulisan ini, satu lagi kasus kalau Abang nya tu imut,, na na na...

Buat Fery ma Yulia,, you know me so well lah,, sudah terlalu banyak kasus kalau wajah saya awet muda. Wowow yeyey.

2 komentar:

kholimi mengatakan...

Sambat apa sombong ini? :D

sudaryono agung mengatakan...

kacihan dech lu....jadi balaroda ilang rupa keq