Jumat, 24 Mei 2013

Pengemis Modern

Aneh juga melihat blog saya yang jarang di-update tapi masih sering saya promosikan, hehe, kebetulan dapet ide nulis setelah mengalami kejadian menarik. Kebanyakan dari masyarakat pernah dimintai sumbangan ketika berbelanja di supermarket. Coba anda perhatikan, ketika anda berada di situasi dimana uang kembalian anda tidak genap ribuan, ketika itulah sang 'Kasir' akan bertanya "Sekian rupiah nya boleh disumbangin pak?" Saya pun pernah menyaksikan hal tersebut di depan mata saya sendiri, ketika melewati supermarket yang ada di sebuah mall, mereka hampir selalu "meminta" sumbangan.

Terbersit di benak saya, bagaimana jika suatu saat saya mengalami hal yang sama tetapi saya menolak untuk menyumbangkan uang kembalian nya? Dan saatnya pun tiba, beberapa hari yang lalu saya berbelanja di salah satu supermarket yang ada di mall. Kebetulan total pembelian saya sekitar Rp 12.670,- (lupa-lupa ingat juga, hehe). Apa yang saya bayangkan pun terjadi. Sang 'Kasir' dengan penuh senyum bertanya, "300 rupiah nya boleh disumbangkan pak?". Saya pun melancarkan aksi, "Nda mba"...

Apa yang terjadi?... Senyum sang 'Kasir' mulai berkurang, dia bertanya lagi, "Ada 200 rupiah pak?", saya memeriksa kantong dan tak ada uang receh, saya pun menjawab "Nda ada mba"... Dan akhirnya dengan wajah merengut sang 'Kasir' memberi uang kembalian saya tanpa dikurangi sumbangan atau dengan menambah sedikit recehan. Ingat, sang 'Kasir' memberi uang kembalian tersebut dengan wajah merengut.

Ternyata oh ternyata supermarket berskala nasional menjalankan bisnis dengan cara seperti itu. Yang saya sesalkan mengapa mereka terkesan gembira ketika mendapat sumbangan tetapi berubah merengut ketika tidak mendapat sumbangan uang recehan. Yang saya ingat, ketika sang 'Kasir' bertanya apakah kelebihan uang recehan mau disumbangkan atau tidak, dia tidak memberikan informasi yang jelas kemana uang tersebut akan disumbangkan, ke panti asuhankah? Atau ke badan sosialkah? Apakah uang tersebut justru masuk ke kas mereka?

Tidak ada komentar: